Minggu, 15 September 2019

sebuah rasa

kata hati..
katanya lebih jujur dari logika..
katanya lebih dipercaya..
nyatanya kau meragukanya..
yang kau dengar itu nafsu bukan kata hati..

Memilih...
Taman kota...
Etalase bunga..
Tapi memilih ilalang..
Bisa saja bertahan samapai mati
Tapi memilih terlepas..
Semesta punya caranya sendiri
Untuk bekerja..

Sendu sedih bak serdadu..
Hati gelisah..
Sang anak datang membawa harap..
Tapi lupa tanggungjawab..
Semesta pun ikut bersemai..
Alam pun menutup dengan sempurna puisi sang ibu...

takut..
terpenjara..
seperti garis iblis yang tidak bisa di tembus..
kau bisa.. ayolah..!!
berdiri tegap, dan melangkah sejauh yang kau mau..
di sini, merkeka mendoakanmu..

jingga di ujung langit..
lelahmu sudahi, hargai usahamu..
tersenyumlah dan tunggu tangan tuhan bekerja.

siang..
di padang rumput yang luas..
tenang..
tersenyum
harusnya seprti itu kau mensyukuri hidup

enam pesan imam algazali..
sederhana..
tapi mampu menampar aku yang bebal..

hujan dan senja..
membawaku terhempas jauh pada memori kala itu..
mata terpejam..
memperjelas setiap cerita yang kuputar..

sebuah memori..
foto lawas..
wajah mungil itu..
celana borju, kaos polo bergaris, dan rambul ikal..
hahh.. :)

cinta..
cinta yang lebih besar seharusnya untuk mu..
dzat yang maha mencintai..
maafkan aku yang banyak mencintai dunia..

sendu..
rindu di musim hujan bulan juni..
rintiknya menghapus jejak. memberi sejuk dan senyum..
terimakasih.

rumah..
tempat berpulang, tempat dimana semua kenanggan indah tersimpan..

fajar.. songsong mentarri pagi..
harapn baru..
seharusnya senyumu lebih merekah..
seharusnya..
langkahmu lebih tegap..
kau masih punya warna, matahari masih menyambut..
seharusnya kau bersyukur...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar